Jumat, 22 Januari 2016

Drone Fleye Ini Diklaim Paling Aman


Drone Dengan Kipas Yang Berada Di Dalam


Desain wahana terbang alias drone yang beredar belakangan ini dianggap cukup berbahaya. Dengan bilah-bilah kipas yang berputar kencang, drone bisa saja menimbulkan cedera bagi pengguna yang kurang hati-hati.

Nah, masalah itu yang berusaha diatasi oleh sebuah perusahaan bernama Fleye. Melalui produk yang dikembangkannya, startup tersebut bercita-cita menghadirkan drone teraman di seluruh dunia.

Hasilnya adalah Drone Fleye, sebuah drone dengan desain berbeda dari drone lainnya. Ia berbentuk membulat.

Fleye tetap memiliki bilah-bilah kipas sebagai penggerak, namun komponen berbahaya itu disembunyilan di balik selubung plastik tahan benturan.

Pelindung dari plastik itulah yang mampu mencegah bilah kipas melukai bagian tubuh pengguna drone atau orang lain di sekitarnya.

"Inovasi utama dari Fleye adalah desain membulat yang unik, di mana semua bagian bergerak dilindungi sepenuhnya. Artinya, Anda bisa memegang, menyentuh, mendorong, dan menabrak Fleye tanpa adanya risiko mencederai diri sendiri atau orang lain," tulis Fleye, sebagaimana Nextren rangkum dari situs urun dana Kickstarter, Jumat (15/1/2016).

Drone Fleye Terbang Otomatis :


Selain itu, Fleye dilengkapi dengan 7 buah sensor yang terdiri dari accelerometer, gyroscope, magneto sonar, optical flow, altimeter, dan GPS.

Ada juga kamera 5 megapiksel yang mampu mengambil video dengan kualitas 1080 piksel 30 fps, baterai yang bisa membuat drone terbang selama 10 menit, CPU ARM A9 dual-core, RAM 512 MB, dan memori 4 GB.

Menariknya, API dan SDK dari Fleye ini dibiarkan terbuka sehingga pengguna bisa memprogram perangkat tersebut untuk terbang secara otomatis.

Fleye bisa didapatkan dengan cara menyumbang dana mulai dari 700 poundsterling atau sekitar Rp 14 juta di situs Kickstarter. Belum diketahui harga yang akan ditetapkan untuk drone ini setelah "lulus" dari situs tersebut.

Proyek Fleye sendiri sudah nyaris tuntas di Kickstarter. Pembuatnya berhasil mendapatkan dana sebesar 304.000 poundsterling atau sekitar Rp 6 miliar jauh melebihi target 175.000 poundsterling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar